Timeline: 22 September 2010 | 02.00 PM
Location: Okonomiyaki Taibanten, Distrik 01
Thread Strater: Reed
Original RolePlay: [Full] Hey girlie, wassup? *wink*
____________________________________________________________
Kruyuuuukk!!!
Oh, yeah, Yua beneran lapar sekarang. Tadi dia lupa bawa bekal ditambah masih harus mengerjakan tugas hukuman karena ketiduran waktu jam matematika tadi dan terpaksa melewati waktu makan siang yang berharga. Bersyukurlah dia tidak ambruk dengan badan kurus kering karena belum makan siang porsi jumbo –berhadapan dengan matematika itu menguras tenaga dan membuat perut jadi lebih lapang dari biasanya tahu!
Sosok figur dengan surai hitam pudar dan ikatan gantung di ujungnya terlihat berjalan santai, menyelusuri jalanan ke arah rumahnya sendiri. Errr... ya, memang masih belum jam pulang, sih. Tapi sekarang jamnya pelajarang Fisika, ngitung lagi dan makin pusing, aaaakh, tidak lagiii!!! Yua bisa mati sekarang, Kami-sama! Yua harus memaksakan diri menggeluti bidang itung-itungan melebihi kapasitas waktu normal, otaknya ogah menerima, no thanks. Dia belum makan, dan sekarang sudah harus mengahadapi bidang yang lebih gila lagi, fisika. Sedikit lagi di akan menuju nirwana sana dengan tidak tenang, tiap malam gentayangan setiap jam matematika dan fisika nantinya.
Ok, stop meracaunya, Yua!
Tinggal sedikit lagi sampai rumah, langkah kakinya memelan, kemudian berhenti secara teratur. Sang iris hazel memandang ke arah bangunan lain yang berada tepat di sebelah rumahnya. Rumah sang sahabat yang juga mendirikan kedai okonomiyaki. Berganti haluan, tubuhnya malah kini menuju kedai itu. Tujuannya? Ya, makan lah! Mana mungkin menemui cowok yang sudah dipastikan masih ada di sekolah itu. Lagipula, lebih enak makan di sini daripada masak sendiri, betul?
"Tadaaaa!!! Yua dataaaang!!!" Lengkingan si gadis mungil langsung menusuk tempat itu seketika tepat saat sang dara membuka pintu. Kurang ajar? Ah, sudah biasa, kok. Semoga saja yang punya kedai nggak ngusir Yua karena tindakannya yang sering seenaknya tanpa disadari oleh yang bersangkutan.
Langsung saja sosok itu dengan gesit duduk di bangku yang masih kosong, sesaat sebelum ada orang lain yang mendudukinya. Terkadang punya badan super kecil begini ada untungnya juga, ehe...
Kedua sikunya di atas meja, menumpu kepala si gadis. Pipinya yang tembem mengembung, jadi kelihatan bulat. Tidak, dia sedang tidak emosi, kok. Hanya reaksi spontan karena menunggu. Padahal baru beberapa detik, tapi rasanya lama sekali menunggunya. Heu, nggak sabar, niih!!
Sembari menunggu, irisnya menyelusuri setiap sudut kedai. Ternyata, banyak juga yang bolos, yah? Kebanyakan cewek-cewek pula. Eh, ada yang cowok juga, sih. Di pojokan itu, lho. Rambutnya pirang bersama tiga cewek yang sepertinya bukan figur yang menyenangkan.
Hoe... Mereka ngapain, sih?
Yua Masaomi
Jumat, 24 September 2010
Hey Girlie, Wassup? *wink*
Label:
Closed Roleplay
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar